Feeds:
Posts
Comments

Dasar Ilmu

Syarat-syarat atau kriteria sebuah teori menjadi sebuah bangunan ilmu yaitu harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan dan harus cocok dengan fakta-fakta empiris yang dapat diuji secara ilmiah. Tiga prinsip dasar dalam mebangun ilmu adalah:

  1. Ontologi (objek yang akan di telaah ilmu, atau “APA” yg dikaji pengetahuan itu)
  2. Epistemologi (cara untuk menyusun ilmu pengetahuan yang benar untuk menjawab permasalahan mengenai dunia empiris. Salah satu caranya ialah menggunakan metode ilmiah atau bisa juga dikatakan dengan “BAGAIMANA” cara untuk mendapatkan pengetahuan yang merupakan cikal bakal dari ilmu tersebut)
  3. Aksiologi (sesuatu telaah “UNTUK APA” pengetahuan tersebut dipergunakan).

Jangan Tunda!

Membuat skripsi seharusnya tidak dilakukan ketika masa perkuliahan akan berakhir. Sebaiknya setiap satu semester berakhir, kita segera membuat resume dari seluruh matakuliah yang telah diambil semester itu. Kapasitas memory kita terbatas untuk mengingat seluruh materi yang didapat, walaupun dalam perjalannya akhirnya kita bisa saling mengaitkan antar materi sebagai konstruksi bangunan pengetahuan itu sendiri. So, jangan tunda lagi dalam membuat resume. Jangan lepas pengetahuan yang telah didapat begitu saja (apalagi ketika musim liburan tiba! Hehehe..). Ingat, ikatlah ilmu dengan menuliskannya, trust me! Itu sangat membantu nantinya!

Thanx for mrs. Sridadi atas tugas pendahuluan “Startegi Diklat” untuk membuat kita lebih mengidentifikasi kemauan kita sebenarnya pada TP.

drtooth.jpg

Hari ini adalah kunjungan ke-lima dari dua bulan terakhir ke dokter gigi praktek langganan sejak kecil. Sebelum memasuki ruang tunggu, saya sempat melintasi papan nama yang sudah mulai berkarat di sisi-sisinya. Tiba-tiba saja teringat waktu pertama kali ke tempat itu. Saat itu umur saya baru enam tahun dan luar biasa takut saat membaca papan nama yang saat itu masih bersih bertuliskan: Drg. Adi Pranata, praktek setiap hari jam 15.00-21.00, kecuali hari minggu dan hari libur besar. Membayangkannya saja sudah seperti sapi yang siap dijagal atau terdakwa yang siap disuntik mati. Tidak karuan rasanya duduk di garasi yang dijadikan ruang tunggu sementara sesekali terdengar suara desingan panjang seperti tukang bangunan yang memotong keramik dari balik tembok putih ruang praktek itu. Beberapa tahun lalu bisa dibilang masa kejayaannya para dokter praktek, karena mungkin saja saat itu masih sedikit sekali Rumah Sakit yang menyediakan pelayanan yang baik untuk urusan gigi. Tapi entahlah, saya masih kecil dan hanya tau gigi saya banyak yang “oglek” (bc: goyang) dan papah dengan sabar selalu mengantarkan saya dan adik kesana. Papah juga selalu bersedia menjadi “kursi tambahan” sebagai penambah mental setiap kami mendapat giliran menempati “kursi listrik” itu. Hanya ada satu hal yang tidak bisa diingat persis yaitu alasan mengapa papah memilih “algojo gigi yang baik hati” ini. Karena kalau saja kami bisa memprediksi harga yang dipatok belasan tahun kemudian, mungkin saya akan memilih menyerahkan perawatan gigi-gigi saya pada… ;P

Kini setelah usia saya nyaris 25 tahun, dimana tinggi tubuh tak beda jauh dengan algojo gigi itu, dan tentu saja tidak lagi memerlukan “kursi tambahan” papah. Saya sudah tidak lagi merasa deg-degan seperti akan disuntik mati atau di mutilasi 12 potong. Mental saya sudah lama tidak berurusan dengan alat-alat canggih kedokteran gigi itu. Mental saya kini lebih dihadapkan pada bagaimana bisa keluar dari pintu ruang praktek itu dengan kantong tetap tebal?!

Setelah hampir 20 menit gigi saya dibuka menganga pasrah sepeti hippo alias kuda nil kalau kepanasan dan berendam di lumpur, akhirnya dokter berteriak kecil “yaaak, buang, kumur yang banyak!” Ahh..akhirnya keluar juga kata-kata itu, pegel banget! Tidak yang berubah dari gaya perintah ini. Ia pasti sudah mengucapkannya ratusan juta kali pada ratusan pasien yang berbeda sepanjang masa prakteknya. Menit berikutnya saya harus menahan sabar dan pasrah setiap dia mulai mengucapkan kalimat sakti ala kuda nil, “Buka mulutnyaa..Aaaaa..Tahaannn…” Continue Reading »

Bermimpilah!

Ya, bermimpilah! Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu! (Arai)

Tulisan ini terinspirasi dari buku Sekolah Gratis, kumpulan tulisan Utomo dananjaya.

“Sungguh mengejutkan bahwa mata pelajaran terpenting justru tidak diajarkan di kebanyakan sekolah, yaitu cara menentukan masa depan dan cara menciptakan ide-ide baru” (Gordon Dryden & Jeannette Vos)

Apa yang terlintas pertama kali ketika teman-teman melihat gambar ini?
gunung1.jpg

Continue Reading »

Passion

Tanpa disadari seringkali qta bergerak tanpa arah dan tujuan yg jelas.

Tanpa disadari sudah banyak waktu terbuang untuk hal-hal yg tak berguna

Tanpa disadari kita hanyut dalam arus zaman, tenggelam semakin dalam dan akhirnya terbuang di tempat yg sama dengan orang-orang yg tak punya tujuan

Tanpa sadar kita sering menangis untuk hal-hal tak berguna

Cepat bangun!

Tata lagi hari dan hatimu..

Kumpulkan lagi semangatmu..

Perbaiki lagi orientasi hidupmu.. Continue Reading »

Cerdas!

Aku ingin cerdas!

Nge-blog di WordPress

Sudah yang kesekian kalinya mencoba berbagai jenis blog. Membuat tulisan dan sebagainya, lantas menjalin silaturahim dengan teman2 baru. Subhanallah..ternyata menulis itu luar biasa nikmat! Semoga dengan nge-blog disini mampu menuangkan isi pikiran, kegelisahan yang ada, memberi semangat baru, menghibur teman, dan tentu saja memberikan manfaat bagi banyak orang. Amiin..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer Posts